TROSO – Penghukuman Masal (PM) menjadi sebuah sarana untuk mencegah pelanggaran yang dilakukan oleh sebagian santri. Acara tersebut diselenggarakan oleh Organisasi Santri Ibnu Abbas Putra (OSIA Putra) setiap Kamis malam yang bertempat di lapangan basket.
Penghukumn masal pertama kali dalam sejarah OSIA Putra Ibnu Abbas ,yaitu pada masa pemerintahan yang dipimpin oleh Yasfi Suryalfihro. OSIA kali terlihan sangat tegas terhadap santri ,berbeda dengan OSIA sebelumnya yand dipimpn oleh Galyh Nafan yang terkesan sangat halus karena visi mereka adalah berupaya mendekatkan OSIA kepada para santri.
Yasfi menuturkan,”OSIA kali harus beda dengan sebelumnya. Kali ini satu pemimpin satu tujuan !”.
Penghukuman masal atau PM ini diprakarsai oleh Zaid Maliky selaku ketua divisi bidng hubungan internasional. Waktu itu terhitung banyak sekali pelanggar yang akan kena hukuman, tetapi tidak hanya pelanggar divisi hubungan internasional saja yang akan dihukum malam itu. Ada juga pelanggar divisi dakwah wa ruhiyyah, yaitu santri yang tidak berpuasa sunah kamis pada siang harinya. Dan ada juga pelanggar divisi lingkungan hidup. Maka setelah ketiga ketua divisi bermusyawarah ,merekapun bersepakat penghukuman akan digabung dalah suatu wadah yang bernama Pengkuman Masal (PM) dan Daffa Anggarakasa selaku wakil ketua ii menjadi penanggung jawab acara tersebut.
“ya, memang benar hukumannya agak keras ,biar mereka jera”, ucap penanggung jawab PM, Daffa Anggaraksa.
Penghukuman ini diperuntutkan untuk santri kelas tujuh sampai kelas sepuluh saja. Nama – nama pelanggar yang akan dihukum akan direkap ketika setelah salat maghrib. Dari ketiga divisi itu menyetorkan nama- namanya kepada Daffa . Lalu nama-nama tersebut akn dibacakan setelah i’lan. Jika didapati satu nama yang melanggar lebih dari satu divisi ,maka nama itu akan dsetorkan kepada divisi indibhat dan akan mendapat perlakuan khusus dari Nabil Sarmada dkk, divisi indibhat.
Pada pekan berikutnya pun akan sama seperti itu. Tetapi jika ada santri kembali tercatat pada daftar pelanggar ,maka hukumannya akan dua kali lipatnya . Dan jika pekan selanjutnya masih sama seperti itu maka hukumannya menjadi tiga kali lipatnya ,dan seterusnya. Tujuannya agar dia jera dan tidak akan mengulanginya lagi terus menerus.
Jadi OSIA terus berupaya untuk menanamkan rasa bertanggung jawab kepada seluruh santri.