Ubah Sampah Jadi Berkah, Warga Troso Baru Ciptakan BBM Sendiri

Troso –  Sampah acap kali menjadi problematika yang mengusik kenyamanan sebagian masyarakat. Hal itu tak berlaku bagi warga Desa Troso Baru,Troso,Karanganom,Klaten.

Mereka mampu menciptakan sebuah alat pengolahan sampah yang dapat menghasilkan Bahan Bakar Minyak (BBM) setara premium, solar, dan minyak tanah.

Berawal dari banyaknya sampah rumah tangga yang meresahkan warga perumahan. Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Klaten, Raden Trisna, menawarkan solusi bagi permasalahan tersebut dengan membuat mesin pengolah sampah plastik. Ide itu Ia dapatkan setelah mencari-cari artikel penelitian tentang plastik.

Setelah diterima dan didiskusikan pada rapat desa, dibentuklah tim untuk menciptakan sebuah alat yang dapat mengolah plastik menjadi barang yang lebih bermanfaat.Dengan bermodalkan keterampilan masing-masing anggota tim dan semangat Pak Trisna,panggilan Raden Trisna,maka terciptalah mesin yang dinamai NUSANTARA.

Mesin ini selain mengurangi permasalahan sampah tetapi membawa banyak keberkahan kepada warga perumahan .Banyak sekali orang ingin melihat secara langsung begaimana cara kerja mesin yang bisa menghasilkan BBM. Tidak hanya warga sekitar Klaten saja yang berkunjung ,bahkan banyak sekali orang-orang dari luar Klaten dari siswa SMA di Yogykarta sampai pejabat kota Surabaya.

“Sudah banyak yang mewawancarai”,kata Umi Farhan,salah satu anggota tim penggagas mesin.

Beberapa stasiun televisi nasional seperti NET  dan MNC TV memang pernah melakukan liputan mengenai mesin yang bernama NUSANTARA tersebut.

Tahapan-tahapan dalam mengoperasikan mesin Nusantara adalah pertama, Masukkan Sampah plastik yang sudah dicuci dan dikeringkan ke dalam tabung ( semacam tandon air namun terbuat dari aluminium, kira-kira mampu menampung 15-20 kg sampah).

Kemudian tutup tabung jika sudah terisi penuh. Ketiga nyalakan tungku dibawah tabung menggunakan bahan bakar oli . Lama waktu pembakaran berkisar antara 3-4 jam. Terakhir, sampah yang dibakar tadi berubah  menjadi  3 jenis minyak yaitu solar, premium dan minyak tanah.

Hasil dari pengolahan ini sudah diujicobakan dengan mesin pemotong rumput dan motor dan minyak tanah diuji sebagai gas untuk memasak.

”kalau premiumnya diujikan dengan mesin pemotong rumput, untuk minyak tanahnya bisa dipakai di kompor, kalau solarnya bisa digunakan untuk diesel” ujar Edy Susanto, teknisi mesin nusantara sekaligus warga perumahan taman nirwana.

 

 

 

CARA PENCEGAHAN PELANGGARAN SANTRI ALA OSIA PUTRA

TROSO – Penghukuman Masal (PM) menjadi sebuah sarana untuk mencegah pelanggaran yang dilakukan oleh sebagian santri. Acara tersebut diselenggarakan oleh Organisasi Santri Ibnu Abbas Putra (OSIA Putra) setiap Kamis malam yang bertempat di lapangan basket.

Penghukumn masal pertama kali dalam sejarah OSIA Putra Ibnu Abbas ,yaitu pada masa pemerintahan yang dipimpin oleh Yasfi Suryalfihro. OSIA kali terlihan sangat tegas terhadap santri ,berbeda dengan OSIA sebelumnya yand dipimpn oleh Galyh Nafan yang terkesan sangat halus karena visi mereka adalah berupaya mendekatkan OSIA kepada para santri.

Yasfi menuturkan,”OSIA kali harus beda dengan sebelumnya. Kali ini satu pemimpin satu tujuan !”.

Penghukuman masal atau PM ini diprakarsai oleh Zaid Maliky selaku ketua divisi bidng hubungan internasional. Waktu itu terhitung banyak sekali pelanggar yang akan kena hukuman, tetapi tidak hanya pelanggar divisi hubungan internasional saja yang akan dihukum malam itu. Ada juga pelanggar divisi dakwah wa ruhiyyah, yaitu santri yang tidak berpuasa sunah kamis pada siang harinya. Dan ada juga pelanggar divisi lingkungan hidup. Maka setelah ketiga ketua divisi bermusyawarah ,merekapun bersepakat penghukuman akan digabung dalah suatu wadah yang bernama Pengkuman Masal (PM) dan Daffa Anggarakasa selaku wakil ketua ii menjadi penanggung jawab acara tersebut.

“ya, memang benar hukumannya agak keras ,biar mereka jera”, ucap penanggung jawab PM, Daffa Anggaraksa.

Penghukuman ini diperuntutkan untuk santri kelas tujuh sampai kelas sepuluh saja. Nama – nama pelanggar yang akan dihukum akan direkap ketika setelah salat maghrib. Dari ketiga divisi itu menyetorkan nama- namanya kepada Daffa . Lalu nama-nama tersebut akn dibacakan setelah i’lan. Jika didapati satu nama yang melanggar lebih dari satu divisi ,maka nama itu akan dsetorkan kepada divisi indibhat dan akan mendapat perlakuan khusus dari Nabil Sarmada dkk, divisi indibhat.

Pada pekan berikutnya pun akan sama seperti itu. Tetapi jika ada santri kembali tercatat pada daftar pelanggar ,maka hukumannya akan dua kali lipatnya . Dan jika pekan selanjutnya masih sama seperti itu maka hukumannya menjadi tiga kali lipatnya ,dan seterusnya. Tujuannya agar dia jera dan tidak akan mengulanginya lagi terus menerus.

Jadi OSIA terus berupaya untuk menanamkan rasa bertanggung jawab kepada seluruh santri.